Buletin PMII Tidar Edisi 1

Halaman 1

            Jarak atau disebut dengan Jagongan Pergerakan merupakan sebuah acara rutinan dari Rayon Notonegoro Komisariat Tidar PC PMII Magelang. Acara jagongan pergerakan ini dilaksanakan di rumah sahabat Najih,bertempat di samping BPR Saribumi, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran. Pada acara tersebut diisi dengan kegiatan Diskusi, Tahlilan, dan diakhiri dengan makan bersama, acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars PMII, dan Mars Ya lal Wathon.  Setelah menyanyikan lagu, acara dilanjutkan dengan sambutan yang terdiri dari sambutan Ketua Rayon Notonegoro yaitu sahabat Rasyha dan dilanjut dengan sambutan Ketua Komisariat Tidar yaitu sahabat Dihqi Alif Setiyanto.

            Sahabat Rasyha dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan Jagongan Pergerakan adalah kegiatan yang sangat penting dan bermanfaat, sehingga agar acara ini tetap berjalan perlunya meluangkan waktu dari anggota dan kader PMII. Sahabat Rasyha juga selalu mengingatkan tentang jargon Notonegoro yaitu “Noto Pikiran, Noto Ati, Noto Awak, Noto Negoro”, selain itu Sahabat Rasyha juga berpesan agar kegiatan seperti ini selalu dijalankan sampai purna, setelah sambutan dari Ketua Rayon Notonegoro dilanjutkan dengan sambutan Ketua Komisariat Tidar, yaitu Sahabat Dihqi Alif Setyanto,  sahabat Dihqi mengatakan bahwa “kegiatan jagongan seperti ini sangat diperlukan untuk rayon, jagongan ini berguna untuk menyambung silaturahmi, dan mempererat persaudaraan antar pengurus dengan anggota, sahabat Dihqi sangat mengapresiasi Rayon Notonegoro yang telah mengadakan acara seperti ini sehingga organisasi ini menjadi bermanfaat bagi kita semua. Acara kecil ini sangatlah diperlukan, karena anggota mempunyai hak untuk mendapatkan wawasan dan intelektual. Didalam PMII kegiatan kaderisasi terbagi menjadi 3 jenis, yaitu formal, nonformal dan informal, kegiatan formal dan nonformal hanyalah 40-50 % sisanya ada di kaderisasi informal, sehingga untuk mencapai karakter angggota dan pengurus 100% maka diperlukan kaderisasi informal seperti acara ini, meskipun masih banyak yang tidak bisa mengikuti acara informal akan tetapi harapannya tetap konsisten menjalankan acara-acara yang bermanfaat.

Setelah sambutan dilanjutkan dengan Tahlilan yang dipimpin oleh kader Rayon Notonegoro yaitu Sahabat Rahmat, kemudian dilanjutkan dengan acara inti yaitu diskusi dengan pemantiknya yaitu Sahabat Yusna Hidayat dan Moderator Sahabat Rizal, dalam acara Jagongan Pergerakan ketiga diskusinya membahas tentang Filosofi Teras.

Hasil diskusi dari Jagongan ini ialah Sejarah filosofi teras dicetuskan oleh Zenus atau saudagar kaya raya yang membawa kehidupannya untuk mengarungi samudra 310 M mengarah ke Athena yaitu tempat berkumpunya para filsuf, kemudian Kenapa bisa dinamakan “Teras”?, dan Trikotomi Kendali. Trikotomi kendali yaitu :

  1. Hal yang tidak bisa dikendalikan
  2. Hal yang bisa dikendalikan, dan
  3. Hal yang bisa diupayakan

Sampai diujung kegiatan, Kegiatan Jarak #3 ( Jagongan Pergerakan) diakhiri dengan makan bersama.

Penulis : Ulfa


Halaman 2

Ngelingke Marang Ilmu ini dilaksanakan di BC komisariat Tidar, Acara tersebut diadakan tanggal 22/11/2021 dimulai jam 11 sampai 14.30 dengan tema Mahasiswa sebagai akademisi dalam ranah organisasi diskusi ini dipantik oleh sahabat Kevin dan di moderatori oleh sahabt rijal, acara ini dibuka dengan pembacaan al fatihah dilanjut diskusi, yang mana dalam diskusi ini pemantik menjelaskan mahasiswa merupakan peserta didik yang terdaftar danbelajar di perguruan tinggi. Menurut maman s.mahayana tipologi mahasiswa terdiri dari mahasiswa underdog, mahasiswa salon, mahasiswa anak mami, mahasiswa jalan pintas, mahasiswa pekerja, mahasiswa unggulan. Mahasiswa memiliki status formal tertinggi bagi penuntut ilmu dan memiliki amanah besar sebagai iron stock, agent of change, sosial control, moral force. Sebagai seorang akademis memiliki kewajiban mendasar yaitu bertanggung jawab terhadap perkuliahan berprestasi dibidang akademik, belajar membaca dan menulis. Disini terdapat kontradiksi mampukah mahasiswa hanya fokus akademik menjadi pribadi yang sesuai dengan peran dan fungsi yang melekat pada statusnya tadi, dapatkah akademisi menjadi role bagi mahasiswa agar sesuai dengan yang diharapkan masyarakat.

Dimanakah mahasiswa mendapatkan nilai nilai luhur sesorang mahasiswa selain ikut organisasi. Organisasi merupakan kesatuan atas bagian bagian dalam perkumpulan untuk tujuan tertentu, manfaat organisasi melatih leadership, menyatukan hobi dan minat, social  networking, manajerial waktu, pengalaman, mental dan charakter building, problem solving, bekerja dibawah tekanan. Hal ini terjadi benturan kepentingan antara kuliah dan organisasi, mahasiswa sukses akademik tetapi gagal organisasi, mahasiswa sukses organisasi tetatpi gagal akademik atau tidak lulus tepat waktu, dan mahasiswa sukses organisasi lulus tepat waktu.

Acara diskusi selesai dan sampai diujung kegiatan, Kegiatan Ngemil #7 (Ngelingke Marang Ngilmu) diakhiri dengan makan bersama.

Penulis : Rijal


Halaman 3

Adab santri dan teman-temannya dalam menuntut ilmu kepada guru.

(Tempuran, 22/11) Ngaji Aswaja bab empat, bersama Gus Kholil Mustamad Asrori atau yang kerap disapa Gus Kholil, pekan ini diadakan di kediaman beliau yakni di “gubuk” sederhana beliau, Pondok Pesantren Roudlotut Thullab, Tempuran.

Pada pertemuan kali ini, Gus Kholil menyampaikan empat ilmu yang sifatnya fardhu ain atau wajib dipelajari oleh santri. Ada pun empat ilmu tersebut ialah

  1. Ilmu tentang tauhid atau ilmu ketuhanan. Ilmu tersebut mengajarkan pendekatan diri kepada Tuhan
  2. Ilmu tentang sifat-sifat Allah
  3. Ilmu tentang Fiqih, yaitu salat, puasa, dan ilmu mengenai harta
  4. Ilmu akhlak atau tasawuf, yaitu ilmu tentang tingkah laku, nafsu dan semacamnya.

“Ilmu akhlak atau tasawuf ini dapat dipelajari lebih lanjut dalam kitab Bidayatul Hidayah dan kitab Salam Taufiq”, terang Gus Kholil.

Demi menjalankan kegiatan rutin, Komisariat Tidar tetap mengadakan agenda Ngaji Aswaja, kendati  akhir-akhir ini hujan mengguyur bumi pertiwi.

“Jika hujan menjadi alasan untuk tidak ngaji, ya sampai musim hujan habis, tidak akan ngaji. Jadi, belajarlah untuk tetap istiqomah menjalankan suatu hal yang baik, contohnya ngaji seperti ini”, dhawuh Gus Kholil.

Penulis : Amalia


Halaman 4

            Jarak atau disebut dengan Jagongan Pergerakan merupakan sebuah acara rutinan dari Rayon Notonegoro Komisariat Tidar PC PMII Magelang. Dilaksanakan di BC Komisariat Tidar (25-11-21). Pemantik acara tersebut adalah sahabat hilman dan dimoderatori oleh sahabati hilmi.

            Hasil diskusi dari Jarak#4 ini adalah mengeneai teori perubahan sosial. Teori perubahan sosial merupakan sebuah konsep beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan sosial. Yaitu (nilai-nilai, budaya,, sikap/prilaku).

Pertama, faktor internal

a.) Penduduk ; suatu lingkungan berkurangnya penduduk interaksi sosial akan berubah, b.) Konflik ; akibat perpecahan antar ide atau gagasan menjadikan perubahan sosial. c.) Teknologi ; masuknya budaya-budaya asing, revolusi industri, digitalisasi hal tersebut akan menjadi perubahan sosial.

Kedua, faktor eksternal.

a.) lingkungan alam, b.) peperangan, c.) pengaruh budaya.

Lanjut tentang konsep perubahan sosial.

1.) Teori evolusi ;

a.) unilinier teori ; dari bentuk sederhana ke bentuk lebih kompleks, b.) universal teori ; dari bentuk homogeny ke bentuk lierogen, c.) multilitied teori ; sebuah perubahan

2.) Teori konflik

3.) Teori fungsionalis ; satu sistem dalam masyarakat, otomatis akan berbeda antara individu dengan yang lain

4.) Teori siklis ; berkonsep kemajuan sebuah budaya atau teknologi akan menuju perubahan sosial pada faktor eksternal. A.) idealistis ; supranatural + rasional.

Lalu, bagaimana meminimilaisir perubahan sosial yang negatif.?

Pertumbuhan dari masa ke masa mengambil tradisi yang baru yang baik dan tetap melestarikan budaya yang lama yang baik pula.

Dari teori perubahan sosial pada akhirnya untuk mengkaji lebih lanjut harus paham tentang prinsip dasar rekayasa sosial.

  1. Aspirasi masyarakat
  2. Kepentingan masyarakat
  3. Kemampuan masyarakat
  4. Kerjasama masyarakat

Acara diskusi selesai sampai diujung kegiatan, Kegiatan Jarak #4 ( Jagongan Pergerakan) diakhiri dengan makan bersama.

Penulis : SS


Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar