Buletin PMII Tidar Edisi 2

HALAMAN 1

SAHABAT BERBAGI

Dalam rangka membangun kepedulian antar sesama, PMII Rayon Ekonomi Mohammad Hatta berinisiatif untuk mengadakan kegiatan bakti sosial yang berkolaborasi dengan Komunitas Tangan Langit Chapter Magelang. Kegiatan kali ini merupakan misi ke-18 yang mengangkat tema “Jalan-jalan Kota Magelang Sambil Berbagi Kebaikan”.
Tujuan dari misi 18 ini adalah berbagi cerita bersama Sosok Mulia (pedagang kaki lima, tukang becak, kaum dhuafa, dan yatim piatu). Misi ini juga merupakan bentuk belajar memaknai sepanjang cerita perjalanan hidup mereka dalam bertahan dan berjuang.
Dalam Misi ini, donasi terkumpul sebanyak Rp. 1.500.000 yang disalurkan dalam 2 part.
Part pertama dilaksanakan pada Minggu, 21 November 2021. Sebanyak 70 nasi box dibagikan kepada para warga kurang mampu yang tersebar di Kota Magelang. Kegiatan tersebut dilakukan bersama 36 sukarelawan dari Sahabat Langit dan PMII yang disebar dalam enam jalur sepanjang Kota Magelang.
Part kedua dilaksanakan dengan bercerita bersama sosok mulia di Panti Asuhan Fatimah Az Zahra pada Kamis, 25 November 2021. Kegiatan di Panti tersebut diisi dengan berbagai acara untuk menghibur serta menumbuhkan semangat anak – anak panti.
Sesuai tujuannya yaitu belajar dari sosok mulia, mereka memberi banyak inspirasi dan pelajaran berharga. Mereka memberikan pesan penting bagi kaum muda khususnya, untuk tetap semangat dan apapun yang dikerjakan harus selalu ditekuni.
Harapan kedepannya dari PMII maupun Tangan Langit adalah dapat kembali berkolaborasi untuk berbagi kebaikan. Karena kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud pergerakan dari generasi muda.
Penulis: Nizamudin


HALAMAN 2

SAHABAT BERCERITA

Kamis (25/11) PMII Rayon Ekonomi Moh HAtta mengadakan acara dengan nama Sahabat Bercerita. Sahabat bercerita merupakan serangkaian kegiatan sosial misi 18 oleh Komunitas Tangan Langit yang berkolaborasi dengan PMII Rayon Ekonomi Moh. Hatta. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 25 November 2021 di Panti Asuhan Fatimah Az-Zahra (Dusun Gendingan, Desa Borobudur, Kec. Borobudur, Kab. Magelang).
Kegiatan tersebut diisi dengan deep talk, sharing kejar mimpi, dan game. Acara dimulai dengan
Sambutan oleh pengurus panti. Beliau menyampaikan “Semoga dengan adanya silaturahim (Tangan Langit, PMII, dan keluarga besar Panti Asuhan Fatimah Az-Zahra) dapat memberi keberkahan dan dapat berlanjut (siaturahimnya)”.
Kemudian dilanjutkan sambutan dari perwakilan PMII dan sambutan dari perwakilan Tangan Langit.

Acara selanjutnya deep talk. Deep talk adalah suatu forum yang berisikan 5 adik panti dan 3 penanggung jawab. Dalam forum tersebut, mereka akan memilih satu kertas diantara 6 kertas. Kemudian mereka menjawab pertanyaan dari kertas tersebut. Tujuan forum ini untuk sharing pengalaman dan belajar bersama adik-adik panti.
Acara selanjutnya adalah sharin kejar mimpi yang disampaikan oleh Mas Rastono (perwakilan dari Tangan Langit). Dia menyampaikan, “Kita harus berani bermimpi, karena mimpi itu gratis dan harus meyakini mimpi kita sendiri. Bayangkan berulang-ulang, agar menjadi semangat tersendiri bagi kita semuar. Semangat akan mendorong kita lebih dekat dengan mimpi kita”.

“Bentuk semangat kita adalah belajar, meluaskan pengalaman, dan lakukan apa yang harusnya dilakukan hari ini. Karena hari inilah yang akan menentukan masa depan kita. Apabila kita mempunyai sebuah mimpi, kerjarlah. Bila terdapat masalah didepan, terjanglah” Tegas Beliau.
Selanjutnya adalah game. Game ini diberi nama tangkap katak (dipimpin oleh Mas Nuwafal). Tujuan game ini adalah menambah semangat adik-adik panti.

Kemudian dilanjutkan Ishoma (Istirahat, solat, dan makan). Setelah Ishoma adalah Penutupan acara dengan sambutan oleh ketua yayasan Bapak Habib.
Beliau Menyampaikan “Salah satu tugas mahasiswa adalah menjadi agent of change, agent of control, agent of innovation. Dengan perubahan yang bermakna melalui ilmu yang telah kita dapat kita dapat bergerak. Jika kamu hanya memikirkan perut dirimu saja, maka apa yg kamu hasilkan tak lebih dari apa yg kamu keluarkan. Puncak dari keberhasilan seseorang adalah ketika setiap detik kita berbuat baik” Terang beliau.


HALAMAN 3

HARLAH KOPRI CABANG MAGELANG

Kamis, (25/11)–Semarak harlah KOPRI yang ke-54, KOPRI Magelang menggelar rangkaian acara, yang dibuka dengan ziarah ke makam pahlawan serta kunjungan ke museum pahlawan. Tidak hanya hal tersebut, pengurus Korps PMII Cabang Magelang juga mengadakan perlombaan untuk memeriahkan harlah KOPRI tahun ini yaitu berupa lomba infografik dan baca puisi yang diikuti oleh 18 peserta dari anggota PMII Magelang. Lomba tersebut bertujuan untuk menggali potensi, dalam rangka meng-upgrade kemampuan yang dimiliki oleh kader PMII Cabang Magelang.
“Memang kaitan dengan uprade kemampuan kader. Selain tulisan, kita juga ingin dari bagaimana kader memiliki daya saing di bidang seni grafis dan olah baca puisi,” ujar Khoiriyasih, atau yang akrab disapa Cho, salah satu kader PMII sekaligus panitia harlah KOPRI.
Setelah lomba tersebut berakhir, acara puncak dari hari lahir KOPRI pun dilaksanakan. Acara tersebut diadakan pada tanggal 25 November 2021, tepat pada harlah KOPRI itu sendiri. Kegiatan ini diisi dengan seminar dengan tema “Polemik Perkemendikbud Ristek No. 30 Tahun 2021” oleh pemateri yang luar biasa yaitu Bapak Triantono, S.H,M.H. (Dosen Hukum Universitas Tidar) dan Dian Prihatini, S.Pd. (LSM Sahabat Perempuan).
“Yang kemarin tentang polemik Permendikbud Ristek no 30 tahun 2021, harapannya KOPRI juga turut mendukung apa yang sudah diberikan pemerintah sebagai bentuk jaminan ruang aman bagi mahasiswa,” jelasnya.
Seminar ini, dilaksanakan di RM Sekar Wangi, Mungkid, Magelang. Pada acara seminar, panitia hanya mengizinkan dua delegasi dari masing-masing rayon yang ada di PC PMII Magelang, dikarenakan konsep acara serta muatan tempat izin yang telah ditentukan.
Pada acara puncak, juga diumumkan pemenang lomba infografis dan baca puisi. Adapun pemenang lomba infografis yaitu sahabati Herliana Rizki Yati sebagai juara 1, Sahabati Khoffifatul Munawarroh sebagai juara 2, dan Zulfa Umaroh sebagai juara 3. Sedangkan pemenang untuk lomba baca puisi dimenangkan oleh sahabati Regina Eka Meylani sebagai juara 1, Nayla Sabrina sebagai juara 2, dan Afidatul Fikriyah sebagai juara 3.
Tentu dalam mempersiapkan rangkaian acara, panitia harlah KOPRI yang ke 54 ini memerlukan waktu yang tidak sedikit. Terpantau dari Oktober lalu, panitia telah merencanakan acara hari lahir Korps PMII Putri. Terdapat pula tantangan-tantangan yang harus dihadapi dalam melaksanakannya seperti, dana, materi, dan bahkan pemateri. Meskipun demikian, semangat KOPRI Magelang tidaklah luntur, oleh sebab itu, rangkaian kegiatan harlah ini dapat terlaksana dengan baik hingga acara puncak.
“Sebenarnya bukan kendala, hanya tantangan bagaimana mengubah opsi. Mulai dari dana, materi, bahkan pemateri,”ungkap Cho, mengingat memori tentang persiapan acara harlah KOPRI yang telah mereka lakukan.
Layaknya tema pada harlah KOPRI ke-54 ini, yaitu “KOPRI Mandiri dan Maju untuk Indonesia”, sebagai pengurus Korps PMII Cabang Magelang, sahabati Khoiriyasih pun berharap agar KOPRI dan PMII terus bergerak maju sebagai insan pergerakan yang bersama-sama membangun organisasi yang tidak sewenang-wenang, melek digital, serta melek akan sosial dan lingkungan.
“Harapan untuk KOPRI dan PMII. Terus bergerak maju sebagai insan pergerakan yang bersama-sama membangun organisasi yang tidak sewenang², melek digital, melek akan sosial dan lingkungan,” terang Cho mengakhiri sesi wawancara.
Penulis : Nadin Aulia Safitri
Editor : Amalia Tus Solikhah


HALAMAN 4

PARA KARTINI, PEMENANG HARLAH KOPRI DARI RADEN SANTRI

Kamis, (25/11)–Kemeriahan hari lahir Korps PMII Putri (KOPRI) oleh Pengurus Cabang Magelang berlangsung selama 15 hari. Acara ini diadakan pada tanggal 10– 25 November 2021. Hari lahir KOPRI ini sendiri dimeriahkan dengan berbagai lomba seru dan seminar yang menarik. Beragam tanggapan pula diberikan oleh peserta lomba dari acara harlah tersebut. Mereka berkata bahwa acara sangat menarik dan bermanfaat.
Seperti yang dikatakan oleh Regina Eka Meylani, kader PMII dari Rayon Komisariat, pemenang pertama lomba baca puisi. Regina mengatakan bahwa lomba ini melatih kepercayaan dirinya.
”Yang aku rasain, aku jadi lebih bisa melawan tidak rasa percaya diriku. Kan tadinya ngga PD, (karena ingin ikut lomba) jadi ya harus PD,” tuturnya. Selain kepercayaan diri, Regina juga mengatakan bahwa keberaniannya benar-benar diuji ketika akan mengikuti lomba ini.
“Ga PD-nya aku itu, kek, gimana upload-nya. Astaghfirullah itu butuh keberanian dan benar-benar di otakku yang aku pakai gini ‘Kalau kamu ngga maju, ngga melangkah, kamu ngga bakal tahu seberapa kemampuanmu, ngga bakal bisa evaluasi diri,” lanjut Regina.
Manfaat lain juga dirasakan oleh juara dua lomba infografik, Khofifatul Munawaroh, anggota Rayon Raden Santri Komisariat Tidar. Khofifah mengatakan bahwa selain untuk dirinya sendiri, lomba infografik ini juga bermanfaat bagi orang lain, sebab informasi yang terdapat di dalam infografik itu sendiri dapat diketahui oleh orang lain.
“Dari segi manfaat, yang pertama jelas untuk orang lain, dengan melalui infografik mungkin beberapa orang sempat–meskipun sebentar, kalau mampir dipostingan saya dan sahabat sahabati lainnya berarti mereka membaca gitu jadi nambah wawasan,” ungkap Khofifah.
“Terus yang kedua, saya lebih mengambil makna dari lomba kemarin, jangan pernah memandang dan berasumsi bahwa kamu paling jelek dalam berkarya setidaknya kamu ikut berpartisipasi dan berkontribusi itu sudah cukup membuktikan bahwa kamu itu punya niat yang baik, dan yang terakhir jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan selagi kamu mampu buat ngejalanin gitu, Mbak. Pokoknya jangan nyerah. Gagal itu wajar, mencoba itu perlu,” sambung Khofifah dengan penuh harap.
KOPRI sendiri merupakan wadah bagi kader perempuan PMII untuk mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka. Lomba ini juga salah satu upaya pemberdayaan bakat anggota dan kader PMII, khususnya anggota dan kader perempuan. Oleh sebab itu, beragam kesan positif pun diberikan oleh peserta lomba dalam rangka ulang tahun KOPRI oleh pengurus KOPRI PC Magelang tahun ini.
“Bagiku, dengan adanya (acara) Harlah KOPRI, aku berharap suara perempuan ngga dibungkam terus. Ayo para perempuan, jangan mau dilecehin terus, jangan mau direndahin terus, kita juga punya suara,” tegas Zulfa Umaroh, kader Raden Santri, pemenang ketiga lomba infografik.
“Senang aja gitu, ada wadah buat para perempuan untuk menyuarakan hak-haknya dan apa yang mereka pendam, bisa keluar lewat wadah ini” sambungnya.
Berbagai motivasi juga turut menjadi bara api bagi para peserta lomba ini. Motivasi dalam mengikuti perlombaan ini sangat signifikan. Pasalnya, motivasi atau dukungan dari orang lain sangat diperlukan oleh para kader dan anggota PMII yang ingin mengasah potensi serta bakat yang ada pada diri mereka. Adanya dorongan untuk terus maju mengejar cita inilah yang mengobarkan semangat muda mereka.
“Sebenarnya, aku ikut lomba itu, ada beberapa alasan. Pertama pengen mengukur kemampuanku sejauh mana, dan yang kedua pengen berpartisipasi memeriahkan Harlah KOPRI” tutur Regina.
“Tapi jujur, aku orangnya gak pernah percaya diri, dan awalnya suka cari-cari motivasi, pengen mengukur kemampuan. Waktu aku malu, akhirnya si motivator bilang ‘Berpikir sekali dan langsung melangkah, itu lebih baik daripada berpikir seribu tapi tidak melangkah’ dan kata-kata itu yang menjadi peganganku sampai saat ini” jelasnya dengan penuh rasa syukur.
Selain semangat api dari dalam diri sendiri, dukungan dari orang-orang di sekitar juga sangat berpengaruh terhadap motivasi untuk terus berkarya dalam kehidupan mereka. Sudah sepatutnya, sebagai sesama anggota atau kader PMII mendukung satu sama lain dalam berproses, terlebih jika mereka mempunyai keinginan atau potensi untuk terus menerus tumbuh.
Para peserta lomba juga berharap, agar pengurus PMII mengadakan lomba-lomba seperti ini sebagai wadah untuk mengembangkan potensi serta bakat mereka yang kelak akan berguna di masa depan.
“Harapanku untuk kader perempuan PMII, jadilah wanita yang cerdas. Jangan mau dibohongi, karena perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak mereka, kelak” ujar Zulfa dengan tegas.
Ia juga berharap pada anggota dan kader PMII agar tidak lelah dalam berusaha di bidang apa pun, “Jangan takut mencoba hal baru. Jika kamu malu, cobalah sekali atau dua kali. Jika kalah (dalam perlombaan), koreksi dan evaluasi. Dan bagi kalian yang berada di garda terdepan (pengurus), jangan lelah untuk mengajak para anggota untuk mengikuti lomba (untuk mengasah kemampuan mereka)” pinta Zulfa, selaku kader sekaligus bendahara PMII Rayon Raden Santri yang menjadi penutup dari sesi wawancara kali ini.
Rayon Raden Santri yang notabene memiliki anggota dan kader perempuan menjadi rayon terbanyak yang mendapatkan kejuaraan dalam lomba Harlah KOPRI kali ini. Semoga anggota dan kader PMII lainnya terus semangat berproses agar menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.
Hidup Perempuan yang Melawan!
Salam Pergerakan!

Penulis : Amalia Tus Solikhah


HALAMAN 5

REFLEKSI BAMBOOSA SP UNTUK GENERASI

#REMBUG1

REBUNG1 merupakan salah satu acara yang selanjunya akan menjadi kegiatan rutin dari Rayon Bamboosa sp Komisariat Tidar PC PMII Magelang. Acara REBUNG pertama ini dilaksanakan pada Jum’at, 26 November 2021 pukul 14.45 WIB dan bertempat di BC PMII Cabang Magelang yang terletak di Perum Kopri Jl. Duku 5 No. E1, Ngembik, Kec. Magelang Utara, Kota Magelang. Dalam acara tersebut tidak hanya dihadiri oleh kader Rayon Bamboosa sp saja. Namun, beberapa alumni rayon juga menyempatkan hadir. Seperti sahabat Irfi, Awan, Handika, Koni dan Cak Mat.

Acara REBUNG pertama ini, diisi dengan kegiatan diskusi dengan topik “Nilai Dasar Pergerakan/NDP” yang sebelumnya akan disampaikan oleh sahabat Hamim selaku pemantik, namun karena berhalangan hadir digantikan oleh sahabat Alfian. Dalam diskusi kali ini sahabat Alfian menyampaikan bahwa nilai dasar pergerakan PMII mencakup dua hal yaitu Keindonesiaan dan Keislaman. Nilai Dasar Pergerakan juga mempunyai peran fungsi dan kedudukan masing-masing. Fungsi NDP yaitu sebagai landasan berfikir, landasan berpijak, dan landasan motivasi atau sebagai sumber semangat. Sedangkan untuk kedudukan NDP adalah sebagai bahan rujukan, argumentasi dan sumber utama dalam PMII.
Setelah mengetahui tentang fungsi dan kedudukan dari NDP maka tersusunlah rumusan Nilai Dasar Pergerakan. NDP memiliki tiga rumusan :

1. Hablum Minallah

2. Hablum Minannas

3. Hablum Minal ‘alam
Ketiga rumusan tersebut akan mengerucut pada konsep tauhid yakni mengesakan Allah SWT.

Selanjutnya sesi diskusi berjalan dengan seru. Ditengah hangatnya perbincangan kemudian sahabat Khafid Ngubaidillah masuk forum. Dia juga memberi sedikit tambahan kepada semua sahabat yang ada di forum.
Ungkapnya, “ NDP merupakan sublimasi nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dengan kerangka pemahaman keagamaan Ahlussunnah wal jama’ah yang menjiwai berbagai aturan, memberi arah dan mendorong serta penggerak kegiatan-kegiatan PMII.”
Sesuai tema yang diambil pada acara ini yaitu “Refleksi Bamboosa sp untuk Generasi” dimana NDP sebagai basis pergerakan kita, seharusnya dapat menjadi ghirah atau semangat kita semua untuk selalu bergerak maju kedepan. nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan dengan kerangka.
Tiba pada penghujung acara, setelah sesi diskusi selesai dilakukan sesi foto bersama.


HALAMAN 6

ZIARAH DAN DOA BERSAMA ROMO AGUNG

Sabtu (27/11) – PMII Rayon Ekonomi Mohammad Hatta angkatan 2021 mengadakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan di dua tempat berbeda. Kegiatan tersebut diisi dengan ziarah kubur serta doa bersama menjelang ujian akhir semester yang tidak lama lagi akan dijalani oleh mahasiswa Universitas Tidar. Selain dihadiri oleh para anggota angkatan 2021, kegiatan ini juga dihadiri oleh beberapa pengurus rayon dan komisariat.
Kegiatan dimulai dengan ziarah bersama ke makam para Auliya yang bertempat di Gunung Pring, Muntilan, Magelang. Ziarah ini ditujukan sebagai ajang untuk mengingat kembali perjuangan para ulama terdahulu dalam menyebarkan ajaran Islam, khususnya di daerah Magelang. Selain itu juga bertujuan untuk mendapatkan berkah dari para ulama yang diziarahi.
Setelah ziarah selesai, para peserta langsung beranjak menuju kediaman sahabati Aini, di Desa Progowati, Mungkid, Magelang, untuk melanjutkan rangkaian kegiatan selanjutnya. Mujahadah singkat dibacakan untuk mengiringi doa bersama guna meminta kemudahan serta kelancaran dari Allah SWT dalam mengerjakan ujian akhir semester dari awal hingga akhir. Agenda ini merupakan kegiatan inti dalam rangkaian acara Ziarah dan Doa tersebut.
Kegiatan Ziarah dan Do’a bersama Romo Agung merupakan inisiatif dari angkatan 2021 sendiri, dengan bimbingan dari pengurus Rayon Ekonomi Moh Hatta. Sebelumnya, angkatan 2021 Ekonomi Moh. Hatta jauga telah membuat beberapa acara dan rencananya akan menjadi agenda pertemuan rutin setiap bulan oleh angkatan 2021, dengan konsep acara yang berbeda-beda.
“Sangat baik, kegiatan semacam ini memang perlu diadakan untuk menambah keakraban dan silaturahmi. Saya sangat mendukung dan mengapresiasi karena koordinasinya yang cukup baik dan semoga kedepannya bisa dilanjutkan”. Ungkap Ketua Rayon Ekonomi Moh Hatta sahabat Nuwafal Khoir, saat memberikan sambutan.
Sementara itu, perwakilan dari Pengurus Komisariat Tidar juga menambahkan beberapa pesan moral, khususnya bagi sahabat-sahabat angkatan 2021.
“Pada intinya ketika kita ingin mengadakan suatu kegiatan, kita harus mengetahui hikmah atau pelajaran yang dapat kita ambil. Misalnya dari awal saat ziarah sampai saat ini, pasti banyak sekali pelajaran berharga yang terkandung di dalamnya. Maka dari itu, adanya kegiatan seperti ini harus kita manfaatkan untuk mengambil hikmah sebanyak-banyaknya”, tambah sahabat Alfian selaku perwakilan Pengurus Komisariat Tidar, di penghujung kegiatan.
Romo Agung sendiri merupakan nama dari angkatan 2021 Rayon Ekonomi Moh Hatta, yang diambil berdasarkan beberapa alasan. Nama Romo Agung diambil dari nama tokoh agama terkemuka di zamannya, yang kebetulan acara MAPABA diselenggarakan di Secang, tempat dimana Romo Agung dimakamkan. Selain itu juga berharap agar mendapatkan berkah dari sosok mulia terdahulu, yaitu KH Sirodj Abdurrasyid atau Mbah Romo Agung sendiri.


HALAMAN 7

NGEMIL #8 RAYON EKONOMI MOH. HATTA

Acara NGEMIL#8
Ngemutaken Marang Ilmu adalah salah satu kegiatan rutinan dari PMII Rayon Ekonomi Mohammad Hatta Komisariat Tidar. Acara NGEMIL#8 ini dilaksanakan di BC PMII Cabang Magelang yang beralamat di Jl. Duku 5 No.E1, Kramat Sel., Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56115.
Acara NGEMIL#8 diisi dengan diskusi dengan judul ”Filosofi Teras” dan mengambil subjudul ”Hidup Selaras dengan Alam (Perspektif NPD)” yang disampaikan oleh sahabat Ira atau lebih akrab disapa sahabat Pororo selaku pemantik yang rencananya akan dipandu oleh sahabat Kevin selaku moderator, namun karena berhalangan hadir maka digantikan oleh sahabat Nuwafal.
Sahabat Pororo menyampaikan bahwa prinsip utama dalam Filosofi Teras adalah hidup selaras dengan alam. Alam yang dimaksud disini bukan hanya mengenai tumbuhan, hewan, dan benda mati melainkan semua yang ada di alam semesta termasuk manusia. Disini ada suatu keterkaitan dimana kejadian saat ini berkaitan dengan peristiwa sebelumnya dan kejadian saat ini akan berpengaruh dengan masa depan.
Setelah mengetahui adanya keterkaitan tersebut maka disampaikan oleh Sahabat pororo mengenai intisari Filosofi teras yang meliputi :
1. Jika ingin hidup lebih baik kita haris hidup selaras dengan alam.

2. Hidup sebaik-baiknya menggunakan akal dan nalar.

3. Segala sesuatu saling berkaitan.

4. Keluar dari keselarasan awal dan ketidakbahagiaan.

Melawan atau mengingkari apa yang terjadi artinya keluar dari keselarasan.
Disetiap penyampaian materi, sahabat pororo membuat suasana menjadi interaktif sehingga selalu terjalin komunikasi dengan audien. Bahkan sahabat Pororo mengatakan ”Yang hadir disini wajib berdiskusi karena disini adalah kawasan wajib berfikir”.
Sahabat Pororo mengajak sahabat – sahabat berdiskusi dengan menggunakan tulisan ”Perspektif NDP” di kertas yang sudah ditempel di dinding yang memang difungsikan sebagai media berdiskusi. Ia memantik dengan menanyakan kepada sahabat – sahabat apa saja rumusan NDP akan tetapi salah satu sahabat yaki Sahabat Muchlis mengatakan “Pas pas” dengan tujuan pemantik melanjutkan penjelasannya.
Berdasarkan diskusi tersebut terdapat tiga rumusan dalam NDP yaitu:

1. Habluminaallah

2. Habluminannas

3. Habluminalalm
Yang mana tiga rumusan tersebut akan mengerucut pada nilai tauhid yaitu mengesahan Tuhan.
Beberapa sahabat yakni sahabat Hifni, sahabat Huda dan sahabat Nuwafal menyampaikan pendapatnya mengenai implementasi NDP yaitu aksi, berfikir, dan ideology. Ketiga pendapat tersebut sesuai dengan rumusan NDP dalam PMII yang artinya acara diskusi pada NGEMIL#8 telah berjalan dengan lancar. Selain itu, terdapat diskusi interaktif dengan adanya tambahan dari sahabat Muhclis. Dia menyampaikan beberapa argumennya mengenai keterkaitan materi yang telah disampaikan dengan keberlangsungan kegiatan tersebut agar bisa berjalan secara istiqomah.
Setelah sesi diskusi selesai, kemudian acara ditutup dengan bacaan surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh moderator.


HALAMAN 8

NJO DOLAN #2 RAYON RADEN SANTRI

Rabu (1/12) Diskusi Omongan dan Mangan (Njo Dolan) merupakan salah satu kegiatan rutinan dari PMII Rayon Raden Santri Komisariat Tidar yang baru berjalan 2 kali pertemuan.
Njo Dolan #2 ini dilaksanakan di BC PMII Cabang Magelang yang beralamat di Jl. Duku 5 No.E1, Kramat Sel., Kec. Magelang Utara, Kota Magelang, Jawa Tengah 56115.
Njo Dolan #2 diisi diskusi dengan judul ”Dare To Speak & Dare to Action” dan mengambil poin pembahasan “Public Speaking” yang disampaikan oleh sahabat Rofiqotul selaku pemantik dan dipandu yang sebelumnya akan dipandu oleh sahabat Meil Ekawati selaku moderator,namun karena berhalangan hadir maka digantikan oleh sahabat Amilia Ikrima.
Sahabat Fiqoh mengajak para peserta untuk berpendapat mengenai public speaking sepemahaman mereka. Peserta diskusi berpendapat bahwa hal yang harus diperhatikan dalam public speaking diantaranya: forum, hilangkan rasa malu, isi (materi), menghidupkan suasana forum, dan bagaimana cara kita bersikap di depan umum.
Setelah semua peserta berpendapat, sahabat Fiqoh menjelaskan bahwa ketika berbicara dengan orang lain harus memperhatikan empat hal:Aku ki sopo? (Aku ini siapa?)

1. Aku ki karo sopo (Aku sedang dengan siapa?)

2. Aku ki gek nopo (Aku ini sedang apa?)

3. Aku ki gek ng ndi (Aku sedang dimana?) Dengan empat hal tersebut sahabat Fiqoh memberikan contoh, “ketika kalian sedang tersesat dalam kondisi tidak memiliki sinyal apa yang akan kalian lakukan?”
Sahabat Elsa menjawab, “bertanya kepada orang sekitar.” Nah kemudian sahabat Fiqoh menimpali pertanyaan lagi, “dengan siapa kamu bertanya, dan bagaimana bahasa yang kamu gunakan? Melihat disana kalian belum saling mengenal”. Contoh kecil yang diberikan sahabat Fiqoh tersebut merupakan bentuk implementasi nyata yang kerap kita jumpai, dalam mempraktekkan hal-hal yang harus diperhatikan ketika berbicara dengan orang lain.
“Seseorang yang berbicara harus empat papan dan memposisikan diri bagaimana cara berbicara yang baik” Terang sahabat fiqoh.

Seseorang presentator dalam presentasi kuliah misalnya, ia harus memiliki keberanian untuk berbicara, rasa percaya diri, dan poin yang tak kalah penting adalah menghilangkan rasa malu”, sambung sahabat Fiqoh.

Kemudian sahabat fiqoh berkata, “sesuai judul dari kegiatan ini Njo Dolanan, kurang afdhol jika kita tidak dolanan disini”. Sesuai judul dare action maka sahabat fiqoh mengajak para sahabat untuk bermain peran sebagai wujud mempraktikkan langsung public speaking, sahabat Fiqoh membuatkan undian dan masing-masing peserta mendapatkan peran secara random.

Suasana forum menjadi ramai ketika sahabat Huda dan Sahabat Ima bermain peran sebagai MC Ulang Tahun, sahabat Roman sebagai presenter berita aktual, sahabat regina sebagain host hot news artis, sahabat Elsa sebagai penceramah, dan tak kalah ramai ketika sahabat Meil bercerita dengan menggunakan bahasa ngapak sebagai ciri khas daerahnya, sedangkan peserta lain berperan sebagai penonton.
Acara diskusi diakhiri dengan pembacaan kifaratul majlis, yang dipimpin oleh sahabat Ima selaku moderator.


HALAMAN 9

SEMINAR KEPENULISAN KOPRI

Rabu (1/12) KOPRI Komisariat Tidar Magelang mengadakan kegiatan seminar kepenulisan dalam rangka menyambut diadakannya Sekolah Islam Gender atau pra-SIG. Kegiatan ini lebih dikhususkan bagi para calon peserta SIG sebagai pembekalan awal. Seminar kali ini mengangkat tema “Membangun Kepercayaan Diri dalam Mempublikasikan Tulisan”, dimana materi tersebut disampaikan oleh Nabilah Munsyarihah, atau lebih kerap dipanggil Ning Nabilah, seorang penulis kelahiran Jombang, yang kini menetap di Magelang.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan, dimana yang pertama disampaikan oleh Ketua KOPRI Komisariat Tidar, Sahabati Anisah Miranti. Ia menyampaikan harapannya bagi para peserta setelah mengikuti seminar tersebut. Yakni mereka dapat mulai percaya diri untuk mengembangkan bakat, khususnya dalam publik speaking ataupun mempublikasikan karya. Lalu sambutan berikutnya oleh Ketua KOPRI Cabang Magelang, sahabati Ida Ratna Sari yang memberikan tips untuk memberanikan atau meningkatkan kepercayaan diri. Dilanjutkan kegiatan inti, yaitu penyampaian materi yang dimoderatori oleh sahabati Meili Ekawati, kader dari Rayon Raden Santri. Ning Nabilah memulai seminarnya dengan berbagi pengalaman ketika ia masih menjalani kuliah di Yogyakarta. Ia mengaku sering mengalami kegagalan dalam berbagai hal, khususnya dalam bidang karya tulis. Akan tetapi, hal tersebut tidak pernah menghilangkan semangatnya untuk tetap berkarya. Semangat itulah yang ia harapkan dapat dicontoh oleh para peserta. Ia menyampaikan poin-poin penting bahwa menulis adalah sesuatu yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Yaitu semua karya berawal dari sebuah tulisan, apapun profesinya kemampuan menulis akan sangat berpengaruh dalam pekerjaan tersebut, dan keterampilan menulis dapat membantu hidupmu.

Dalam artian, menulis dapat menambah nilai diri kita, mengembangkan potensi serta kepribadian kita. Menulis juga dapat membiasakan untuk berpikir runtut. Ning Nabilah mengatakan bahwa kemampuan menulis dapat dimulai dari membaca, sebagai bahan tulisan. “Kualitas tulisan dapat ditentukan dari seberapa baik kualitas tulisan serta kemampuan menulis akan tumbuh seiring dengan banyaknya daya baca,” ungkapnya. Selain itu kita juga harus mampu memunculkan isu, yang bisa didapat dari sesuatu yang pernah dialami, didengar, ditonton, dan sebagainya. Terakhir, Ning Nabilah memberikan pesan, apabila kita ingin menjadi seorang penulis, “Apapun yang ditulis, kita harus mempunyai prinsip untuk dapat dipertanggung jawabkan,” pungkasnya.


HALAMAN 10

CANGKRUK BARENG #2

Kamis (2/12) PMII Rayon Al-Khawarizmi dan Rayon Bamboosa sp mengadakan acara bersama dengan nama Cangkrukan. Cangkrukan (Cangkruk Bareng) merupakan kegiatan yang diadakan antara rayon Al-Khawarizmi dan Bamboos sp sebagai kolaborasi antar rayon. Latar belakang diadakan acara bersama adalah atas dasar keilmuan yang sama antara kedua rayon yaitu saintek.

Cangkruk Bareng #2 ini dilaksanakan di rumah sahabati Nia yang terletak di Windusari pada Kamis, 02 Desember 2021 pukul 11.00 dan selesai pukul 16.00 dengan tema “PERTANIAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : TANTANGAN ATAU PELUANG?”

Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Yalal wathon dan Mars PMII dan kemuadian dilanjutkan dengan sambutan, sambutan pertama adalah sambutan dari perwakilan rayon Al-Khawarizmi, dilanjutkan sambutan dari perwakilan rayon Bamboos sp dan sambutan shohibul bait. Sebelum berlanjut pada sesi diskusi, acara dilakukan dengan kegiatan tahlilah dan doa bersama dalam rangka persiapan UAS yang dipimpim oleh sahabat Hamim.

Tiba pada sesi diskusi, sahabat Awan selaku pemantik memberikan penjelasan terkait tema pada Cangkrukan Bareng kali ini.
Beliau menjelaskan bahwa pertanian sudah menjadi sektor ekonomi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia. Dalam perkembangannya, muncul teknologi-teknologi baru yang akan memberikan dampak pada sektor pertanian. Menjadi peluang atau justru menjadi tantangan, hal itulah yang sering kali menjadi perbincangan dalam dunia pertanian.

Sahabat Awan juga menjelaskan mengenai perkembangan teknologi pertanian yang masih diragukan oleh masyarakat sehingga hal tersebut menjadi salah satu permasalahan pada sektor pertanian di Indonesia, dimana masyarakat petani di Indonesia masih beranggapan bahwa mereka cukup menggunakan tenaga dan kemampuannya dalam mengolah sektor pertanian. Padahal jika masyarakat dapat menerima perkembangan teknologi dan mengikuti perkembangan global pertanian, hal itu akan membuat kemajuan bagi sektor pertanian pada umumnya dan meningkatkan ekonomi masyarakat itu sendiri pada khususnya.
“Pertanian menjadi sektor yang penting, sebab sektor ini menjadi tumpuan penghidupan sebagian masyarakat Indonesia” Terang beliau.

Pada penghujung acara Cangkrukan, sahabat-sahabat melaksanakan ibadah sholat dan kemudian dilanjutkan makan bersama, sesi foto, dan pulang.


HALAMAN 11

MUJAHADAH DAN DO’A BERSAMA RAYON RADEN SANTRI

Kamis, (2/12)– Rayon Raden Santri mengadakan mujahadah dan doa bersama menjelang Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal yang mana akan dimulai pada tanggal 6 Desember 2021. Kegiatan ini diawali dengan berziarah ke makam KH. Chudlori di Tegalrejo, pada pukul 11.00 WIB, yang mana sahabat Fajar Maulana bertugas sebagai pemimpin doa. Ziarah dihadiri oleh 14 anggota dan kader PMII Rayon Raden Santri. Setelah ziarah usai, rombongan pun bergerak menuju kediaman Sahabati Umi Muyasaroh di Sidowangi, Tegalrejo untuk melakukan mujahadah dan doa bersama.
Sebelum melaksanakan mujahadah, sahabati Sapta Mutiara selaku pembawa acara pada kegiatan ini, memimpin anggota dan kader PMII yang berjumlah 20 orang untuk membuka acara dengan bacaan Fatihah, agar kegiatan berjalan dengan lancar dan berkah. Kemudian acara diisi dengan sambutan-sambutan.
Sambutan yang pertama diberikan oleh sahabati Umi selaku shohibul bait pada acara ini. Ia berharap, dengan adanya doa bersama, hajat akan terkabul serta sahabat sahabati menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
“Sebentar lagi kita UAS, dengan mujahadah ini, semoga kita bisa ngadem-ngadem hati. Tujuannya agar kita tidak terlalu banyak mengeluh, tetapi lebih banyak bersabar. Selain itu, semoga hajat kita dapat tercapai,” ujar sahabati Umi dengan penuh harap.
“Majelis seperti ini kan majelis yang berkah dan manfaat. Nhah, dengan adanya majelis seperti ini, harapannya kita menjadi lebih baik. Tidak suka bermalas-malasan dan tidak suka mengeluh,” lanjutnya.
Kemudian, sambutan yang kedua disampaikan oleh Ketua Komisariat Tidar, sahabat Dihqi Alif Setyanto. Sahabat Dihqi berpesan, agar tidak perlu merasa minder serta membanding-bandingkan kultur Rayon Raden Santri dengan rayon lain. Sebab, kultur satu dengan kultur lain bersifat saling melengkapi.
“Ketika kalian ditanya ‘kok kegiatannya ngaji terus, to?’, jawab saja ‘ya ngga papa to, kan yang diskusi sudah ada. Kami kan membangun dari kultur aswaja’. Jadi, jangan pernah insecure terhadap kegiatan rayon lain. Karena semua kegiatan yang kita buat, itu adalah sebuah proses, di mana proses itu yang akan membentuk kita, dan kewajiban kita adalah mendatanginya (kegiatan),” tegas sahabat Dihqi, memberi semangat kepada Rayon Raden Santri dalam sambutannya.
Kemudian, sambutan yang terakhir disampaikan oleh Sahabat M. Taufiqurrohman selaku Ketua Rayon Raden Santri. Ada pun isi sambutan dari sahabat Taufiq ialah berupa harapan agar Rayon Raden Santri tidak hanya memikirkan kuantitas, akan tetapi juga kualitas berupa keikhlasan dalam berdoa dan berusaha. Ia juga memberikan sebuah kutipan kepada sahabat sahabati yang telah hadir di acara tersebut.
“Iman adalah ladang. Kebaikan adalah biji. Doa adalah hujan. Kebahagiaan adalah buahnya. Kita bertawakal, karena ketika kita hanya usaha tanpa berdoa, itu berarti kita sombong dan jika hanya doa tanpa usaha, itu hanya sebuah kesia-siaan. Kita kembali lagi menyelaraskan dua hal tersebut. Kita mengadakan acara seperti ini bukan karena kita punya proker, tapi sebuah keharusan dalam rangka menjaga tradisi lama,” ungkap sahabat Tadi ketika ditanya seputar motivasi diadakannya acara mujahadah dan doa bersama.
“Sebenarnya yang aku lihat bukan dari jumlah kita yang datang ke sini, tapi keikhlasan kita– bagaimana kita meluangkan waktu untuk berdoa (dalam bentuk keikhlasan) walaupun sedang kelas, dan dengan harapan yang baik pula, kita datang ke sini. Ketika kita datang ke sini, kita juga turut mendoakan anggota dan kader lain yang belum sempat mengikuti acara ini. Nah, dengan begitu, ukhuwah islamiyah kita akan terbentuk dan sikap spiritual tersebutlah yang akan memperkuat diri kita sendiri,” sambung sahabat Taufiq mengakhiri sambutannya.
Pukul 12.15 WIB, acara inti yang berupa mujahadah dan doa bersama dimulai. Sahabat Fajar kembali memimpin kegiatan ini. Ada pun bacaan mujahadah kali ini yaitu Nadhom Asmaul Husna yang berlangsung dengan khidmat. Setelah menyelesaikan nadhom, sahabat Fajar memimpin doa dengan khusyuk.
Acara mujahadah dan doa bersama pun selesai pada pukul 12.50 WIB yang kemudian, kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama.


Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar