Gesar Geser di PeKaEl

Makan dan minum adalah kebutuhan jasmani manusia. Tidur tepat waktu dan bangun pagi mencoba untuk dibiasakan setiap hari. Waktu demi waktu terlewati bersamaan ruang dan cuaca yang berbeda. Gesar-geser di PeKaEl terus menerus dilakukan agar marwah pergerakan tetap ada dan tidak hanya diam. Idealnya makan sebelum lapar dan geser sebelum kenyang.

Di balik tirai intelektual diri manusia ada sisi kehausan sebuah informasi. Mencari sesuap pengetahuan ataupun informasi yang dirasa perlu atau sampai curhat masalah personal cukup menjadi hiburan sesaat. Zaman semakin berubah, pun penyebaran informasi akan semakin cepat dan singkat. Alih-alih mencari informasi, malahan hanya mendapat sampah informasi. Hal itu pun akan mengakibatkan terjadinya sebuah permasalahan.

Hal itulah yang sedang dirasakan oleh sahabatku, anggap saja sahabat Peto. Jauh-jauh dari ujung Pantura untuk menghibur diri, akhirnya hanya mendapat sampah informasi.

Memang benar orang berkata. Masalah akan menjadi sebuah permasalahan jika dipermasalahkan. Asal tahu sebuah sikap apatis, skeptis, dan kritis sangat tipis bedanya. Dan akhirnya pergeseran pun harus dilewati untuk melewati hal tersebut.

Terkadang aku merasa heran dengan respon kebanyakan orang, termasuk diriku juga. Segala hal yang dirasa menyenangkan selalu terasa singkat berlalu. Sebaliknya, yang dirasa kurang menyenangkan selalu terasa lama berlalu.

Apakah hal itu karena ego atau hal lain yang dapat menyebabkan kita enggan berlama-lama di dalam kondisi ketidaknyamanan? Entahlah, aku pun masih tak paham betul. Tapi yang pasti sebagai manusia dewasa umumnya berharap mendapatkan momen kebahagiaan di sepanjang perjalanan kehidupan.

Aku mencoba berpikir liar dan menarik benang-benang kenangan yang ada di dalam ingatanku. Menggali sedalam mungkin segala kenangan yang kualami selama ini. Suka, duka, tawa, dan tangis datang bergantian. Kesemuanya seolah-olah sudah disiapkan secara tepat oleh pasangan yang tak kasat mata.

Kini aku paham, bahwa sejatinya kita bisa menganggap masa-masa menyenangkan sebagai bentuk bonus dari perjalanan yang dihadapi. Untuk masa-masa yang kurang menyenangkan akan dirasa sebagai bentuk pembelajaran dari perjuangan untuk mencapai versi diri yang lebih baik.

Semua hal ada waktunya. Yang terindah sekalipun akan berakhir. Dengan begitu kita akan merasakan syukur dalam menghadapi segalanya. Selamat menikmati gesar-geser di PeKaEl dengan hikmat dan nikmat wahai sahabat Peto.

Oleh : Sahabatnya Peto
Kader PMII Magelang

Tinggalkan komentar