Sebuah masa akan menjadi cepat dan lama seiring perkembangan daya pikir dan pergerakan yang diambil. Tidak selamanya adegan sandiwara meratapi apa yang sedang terjadi saja. Tetapi perpindahan dari tempat ke tempat lain menjadi pilihan yang tepat meski tidak baik.
Pencarian adalah seperti kapas terbang ke langit dan terhempas ke udara. Meski tujuan kapas hendak sampai ke gedung tertinggi di sebuah perkotaan, namun dengan sisi udara yang lalu lalang tidak bisa dikendalikan dan akhirnya tidak ada lagi yang namanya pencarian dibenak kapas.
Lalu dimanakah pencarian akan sampai pada titik yang dicari jika kehendak dibatasi dengan lingkungan sekitar. Bulan dan bintang tidak mencari apapun, tetapi memberi pencerahan untuk manusia yang sedang mencari. Bercahayanya lampu neon tidak ada tujuan untuk pencarian, tetapi memberikan pencerahan kepada manusia yang sedang mencari. Dari hal tersebut apakah benar benda mati tidak mempunyai kehendak untuk mencari. Berbeda sekali dengan ruh dan jiwa manusia yang pergi kesana-kesini mencari hal atau sesuatu meski dengan resiko yang tinggi.
Sebelum pencarian pasti ada kesepakatan dan sebelum ada kesepakatan pasti ada rumusan dan banyak strategi. Dari strategi yang dipilih munculah kesepakatan yang berjiwa kuat. Asalkan siap dengan resiko yang dipilih maka pencarian mulai ada tindakan lebih lanjut. Artinya kesepakatan antara resiko dan strategi yang diambil memiliki taraf yang sama (=).
Kemudian muncul pemikiran dimana strategi tanpa mengharapkan adanya resiko. Artinya pengambilan strategi tidak sama dengan resiko atau resiko = 0. Apakah bisa hal tersebut terjadi.
Bisa saja, tetapi pemikiran tersebut seperti anak-anak. Sebagai contoh, anak kecil bermain sampai baju dan alat peraganya kotor. Resikonya adalah seharusnya anak tersebut mencuci dan membersihkan alat peraganya. Tetapi dengan memakai premis pengambilan strategi tanpa adanya resiko, alhasil anak tersebut tidak membersihkan baju dan alat peraganya.
Sebagai manusia yang utuh seharusnya menyadari setiap tindakan yang akan diambil. Meskipun strategi yang diambil memiliki resiko besar, jika tidak mau mengambil resiko tersebut jalan terbaik adalah membuat rancangan strategi yang baru untuk meminimalisir resiko. Seterusnya hal itu pun terjadi pada masa-masa pencarian.
Konklusinya, menjadi manusia yang melewati perpindahan adalah harus fighter/petarung bukan pecundang. Artinya dalam pengambilan semua tindakan harus dilalui dengan berani dan gagah layaknya petarung. Dari hal tersebut maka proses pencarian akan tenang dan berjalan semestinya tanpa dihantui resiko meski resiko sebesar apapun.
Dan akhirnya jalan kebahagiaan datang dengan terbuka melalui jalan pencarian yang tepat. Dengan gagahnya si Peto merumuskan strategi dan meminimalisir resiko yang besar demi tercapainya sebuah pencarian. Sedangkan pembaca sedang memikirkan apa yang sedang dicari sebenarnya. Ahh rumit sekali menyoal soal pencarian dalam diri…
Tepuk tangan untuk kita semua.
oleh Rizvi Alfian
Kader PMII Magelang
