Buletin PMII Tidar Edisi 16

Halaman 1 Mapaba Raya: Teguh pada Prinsip, Setia pada Proses Magelang, Aksara PMII Tidar – Akhir semester ganjil dipilih oleh pengurus Komisariat Tidar untuk melaksanakan salah satu hajat besar kaderisasi, yakni Mapaba Raya. Dengan bekal persiapan beberapa bulan, akhirnya kegiatan tersebut dilaksanakan pada 28–30 Juli 2022. Mengingat Mapaba Raya merupakan agenda pertama kaderisasi formal yang …

Lanjutkan membaca Buletin PMII Tidar Edisi 16

Ekspektasi

Beberapa hal dalam hidup ini memang lebih baik menjadi misteri,Cukup tersimpan secara rapi di dalam alunan melodi hati, Perihal rasa yang sulit tuk dimengerti,Perihal tanya yang mempunyai berbagai macam rupa diri,Perihal jawaban yang mempunyai begitu banyak pembelaan diri,Dan masih banyak lagi perihal romansa dan elegi yang tak bisa diakhiri, Sesekali tak apa untuk menguji diri …

Lanjutkan membaca Ekspektasi

Ngaji dan Diskusi Rutin PMII Komisariat Tidar, Tema: Mengapa Kita Harus Memahami Tata Cara Nyuceni Najis?

Magelang, Aksara PMII Tidar – Pergerakan  Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Komisariat Tidar gelar kegiatan ngaji dan diskusi rutin di Basecamp Komisariat Tidar, Selasa(27/09/2022). Acara kali ini mengangkat tema  yang diangkat pada diskusi kali ini yaitu“Mengapa kita harus memahami tata cara nyuceni najis?” bersama Gus Kholil Mustamid Asrori. Kegiatan ngaji dan diskusi ini dimulai dari …

Lanjutkan membaca Ngaji dan Diskusi Rutin PMII Komisariat Tidar, Tema: Mengapa Kita Harus Memahami Tata Cara Nyuceni Najis?

Topeng Kaca

Menerima? Haaa apakah kata itu pantas untukku? Aku terlalu bahagia untuk itu, untuk bisa menerima masa laluku Aku Berpura pura bahagia Menyembunyikan semua luka Membuat topeng kaca Menahan air mata Menghapus ingatan Mengharap keadilan Luka Bila teringat aku tak tahu arah Aku melupakan semuanya Yang tersisa hanyalah goresan luka Sangat sesak Aku harus menanggung sendirian …

Lanjutkan membaca Topeng Kaca

Sepatu Bertali

Aku harap penghabisan waktu sembilan puluh empat enam ratus delapan juta detik ini akan menemukan titik damai paling baik; tak terelak kau menyita hampir seluruh ruang Hippocampus ragaku Ajaib, di tengah lalu lalang kita bertumpu pada tanah yang sama se-inci jari tentang aku dan cerita-cerita itu hanya termaktub dalam jantung Kau paling layak kupersalahkan, namun …

Lanjutkan membaca Sepatu Bertali

Tentram Tentrem

Nama lahirnya adalah Darmawan Subagio. Anak tunggal keturunan priayi. Ibunya priayi. Ayahnya saudagar. Sedari lahir sudah hidup berkecukupan. Umur tujuh belas tahun, kedua orang tuanya meninggal karena kebakaran. Ia akhirnya hidup seorang diri bersama sisa harta kedua orang tuanya. Umur dua puluh satu tahun Darmawan pindah ke kota untuk bekerja. Suatu hari, di sebuah warung …

Lanjutkan membaca Tentram Tentrem