Lakon Tutur

Kuasa sang lokeswaraPaduka tutur yang digenggamBukan bual yang jadi tilasTak terlaksana bagai batu diam tak bergerak Lakon jadilah panutanPanutan hamba rakyat biasaLayang pikir kami titipkan wahai padukaAtas titahmu terlaksanaAtas diammu tak tahu bagaimana Merdeka sudah didapat duluSelanjutnya di tanganmu kami mengaduSang paduka kami percayaLakon dan tuturmu sang lokeswaraNusantara akan menagih jayanya 19-01/23 Buah Karya Moch. …

Lanjutkan membaca Lakon Tutur

Kisah Tak Berkasih Diri

Bakir si penjual kopiKopi pahit tak semanis janjiJanji yang kau ucapDikala meminta kepercayaanMenuai banyak kebohongan Mali si petaniMengarap ladang dengan tangan sendiriTak minta bantuan polisiUntuk menanam gedung tinggiRampas!!Tak punya hati Kau usir ibuku dari gubuk reot iniKau injak injak makanan kamiHanya dengan uang kau menjadi gilaSetan tak bermoral ! Kata orang lain kau baikTapi dimataku …

Lanjutkan membaca Kisah Tak Berkasih Diri

Ekspektasi

Beberapa hal dalam hidup ini memang lebih baik menjadi misteri,Cukup tersimpan secara rapi di dalam alunan melodi hati, Perihal rasa yang sulit tuk dimengerti,Perihal tanya yang mempunyai berbagai macam rupa diri,Perihal jawaban yang mempunyai begitu banyak pembelaan diri,Dan masih banyak lagi perihal romansa dan elegi yang tak bisa diakhiri, Sesekali tak apa untuk menguji diri …

Lanjutkan membaca Ekspektasi

Ngaji dan Diskusi Rutin PMII Komisariat Tidar, Tema: Mengapa Kita Harus Memahami Tata Cara Nyuceni Najis?

Magelang, Aksara PMII Tidar – Pergerakan  Mahasiswa Islam Indonesia (PMII ) Komisariat Tidar gelar kegiatan ngaji dan diskusi rutin di Basecamp Komisariat Tidar, Selasa(27/09/2022). Acara kali ini mengangkat tema  yang diangkat pada diskusi kali ini yaitu“Mengapa kita harus memahami tata cara nyuceni najis?” bersama Gus Kholil Mustamid Asrori. Kegiatan ngaji dan diskusi ini dimulai dari …

Lanjutkan membaca Ngaji dan Diskusi Rutin PMII Komisariat Tidar, Tema: Mengapa Kita Harus Memahami Tata Cara Nyuceni Najis?

Topeng Kaca

Menerima? Haaa apakah kata itu pantas untukku? Aku terlalu bahagia untuk itu, untuk bisa menerima masa laluku Aku Berpura pura bahagia Menyembunyikan semua luka Membuat topeng kaca Menahan air mata Menghapus ingatan Mengharap keadilan Luka Bila teringat aku tak tahu arah Aku melupakan semuanya Yang tersisa hanyalah goresan luka Sangat sesak Aku harus menanggung sendirian …

Lanjutkan membaca Topeng Kaca

Sepatu Bertali

Aku harap penghabisan waktu sembilan puluh empat enam ratus delapan juta detik ini akan menemukan titik damai paling baik; tak terelak kau menyita hampir seluruh ruang Hippocampus ragaku Ajaib, di tengah lalu lalang kita bertumpu pada tanah yang sama se-inci jari tentang aku dan cerita-cerita itu hanya termaktub dalam jantung Kau paling layak kupersalahkan, namun …

Lanjutkan membaca Sepatu Bertali

Sejatine Urip lan Urip Sejati

Dudu pikiran dudu kadigdayanDudu tahta dudu bandaDudu aji dudu sakaDudu garwa dudu wanitaDudu raga dudu sukmaPaugeman menungsa ajineng ragaBeninge ati bersihe jiwaLima sila enem i'tiqod piwulang ajegJejege tresna guru lan wong tua Paweling cahaya sumebar sekabehane jagad rayaTitimangsa namung sedinaUrusan menungsa urusan tatakramaNgawula bekti ngalem buwana wujud kang hak disembah Mergi dumugi papan kelanggenganNgadep marang …

Lanjutkan membaca Sejatine Urip lan Urip Sejati

Abatatsa

Rawi pagi mulai bersinarMemeluk hangat tubuh mungil yang terkapar di atas damparDiselimuti selarang tipis nan kasarPerlahan-lahan mulai terbangun, gelayaran sembari melamunLangkahkan kaki menuju pembasuhanPagi hari panaskan wajan, siangnya pergi meladang Sore hari duduk di masjid, malamnya menyimak tasydid demi tasydidTerkantuk-kantuk sudah biasa, asalkan tidak kena deraSegala penat tiada dirasa demi mengharap ridho belakaDulu ia masih …

Lanjutkan membaca Abatatsa