Rasa Ibu

Perlahan tanpa sukar letihnya berkata
Dari kata permakna terkemas menjadi rasa
Seutas irama pertanda kasih untuk semua
Selama itu jeratan angan tetap sama
Menjadi pecutan bagi pendengarnya
Meski hanya lirih satu makna setengah kata
Dan semua masih berlaku sampai ujung temu tak lagi ada pada raga

Rasa senyap mengingatkan dimana ujungnya sebuah pesan yang menyelimuti diri
Sampai detik ini angan itu masih terjaga dalam diri
Seperti tarian daun yang sedang merelakan diri
Tak bisa kembali apalagi terdekap pada sudut yang sama lagi
Baiklah, saatnya melangkah dan pergi
Bersama dengan rasa yang telah tersampaikan pada diri
Meski tak membersamai kembali
Rasa itu akan tetap hidup serta menghidupi

Itulah rasa yang menjadikan diri ini menjadi sejatinya manusia
Maafkanlah jika kurang dari apa yang terharapkan semua
Inilah manusia yang telah berjalan sendiri setelah semesta membaginya
Tak luput dari sepi dan membersamai angan yang tetap terjaga
Dulu yang masih kecil tetap melihat sudut mata dan rasa
Sekarang perlahan dewasa harus menjaga rasa itu meski raga tak lagi bersama
Terimakasih perlahan terucapkan dengan seksama
Perjalanan dari semua ini masih panjang dan esok masih akan datang menyapa
Sampai jumpa dilain waktu dengan sebuah rasa yang tulus kembali

Karya:
Sahabat Rizvi Alfian
(Kader PMII Magelang)

Satu pemikiran pada “Rasa Ibu

Tinggalkan komentar

Satu pemikiran pada “Rasa Ibu

Tinggalkan komentar