Abatatsa

Rawi pagi mulai bersinar
Memeluk hangat tubuh mungil yang terkapar di atas dampar
Diselimuti selarang tipis nan kasar
Perlahan-lahan mulai terbangun, gelayaran sembari melamun
Langkahkan kaki menuju pembasuhan
Pagi hari panaskan wajan, siangnya pergi meladang
Sore hari duduk di masjid, malamnya menyimak tasydid demi tasydid
Terkantuk-kantuk sudah biasa, asalkan tidak kena dera
Segala penat tiada dirasa demi mengharap ridho belaka
Dulu ia masih terbata-bata, sekarang telah pandai berirama


Karya: Lucki Al-Lukman

(Kader PMII Rayon Moh Hatta)

Tinggalkan komentar