Mata Cokelat
Alkisah anak perempuan digoda semesta dalam perjamuan singkat, obrolan padat, muka menjadi pucat sadar telah terjadi sesuatu di hati-nya Sang kuntum bernama Tiana Pukul 10.47 pesan mendarat, mengetuk halus layar Terkejut.. bukan kepalang menilik profil si penghantar berada di pojok kiri berselimut pendar Sosok laki-laki muda se-bahu surai-nya Senyum menyumbul dari bibir ala model lip product bintang tiga Sepersekian detik balasan melanglang ke angkasa “Hei gadis, kau ditunggu pujangga” Sontak terbelalak Berjalan damal merapal prinsip-prinsip buang sial Duduk bersila, terselap dimana akal etika membawa nampan dan secangkir teh melati Kuntum ripuh Mata bertemu mata Sorot pemuda bak aroma syurga Kornea milik-nya mentransmisikan nur paling menyala Seketika membran otak menyempit waras lari terbirit-birit Karena pekat sang mata cokelat Magelang, 04 September 2022
